Wajib Tahu: Tips Mendeteksi Gejala Awal DBD pada Anak Sebelum Terlambat

Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit yang sering menyerang anak-anak, terutama di daerah tropis.
Kenapa Deteksi Dini Infeksi Dengue pada Buah Hati itu Krusial
Infeksi dengue tidak masalah kesehatan ringan. Jika tidak ada penanganan dini, si kecil dapat mengalami masalah serius yang berbahaya. Karena alasan tersebut, deteksi dini amat penting untuk memelihara kesehatan anak.
Gejala Dini Infeksi Dengue yang Wajib Dikenali
Suhu Tubuh Naik Drastis
Tanda awal dari DBD adalah kenaikan suhu tubuh yang mendadak terjadi. Biasanya, suhu si kecil bisa mencapai suhu ekstrem dalam waktu singkat.
Adanya Ruam di Lapisan Luar
Infeksi dengue umumnya ditandai dengan bintik merah pada permukaan tubuh. Titik-titik ini tampak layaknya iritasi namun meluas dari waktu ke waktu.
Pegal
Di samping kenaikan suhu tubuh, anak juga merasakan sakit badan yang cukup menyiksa. Gejala ini sering disebut dengan istilah *breakbone fever* karena keluhan yang dirasakan seperti tulang patah.
Nyeri Kepala
Pusing berat umumnya datang sebagai tanda pertama DBD. Sering, rasa pusing dominan di area mata.
5. Mual dan Muntah
Buah hati yang menderita DBD biasa merasakan gangguan perut. Kondisi ini bisa menjadikan buah hati kurang bertenaga dan menurunkan keinginan makan.
Upaya Ayah Bunda untuk Mengidentifikasi DBD Sejak Dini
Sebagai keluarga, krusial untuk memantau gejala kesehatan si kecil. Usahakan untuk tidak menganggap remeh demam tinggi yang aneh. Apabila ciri-ciri infeksi dengue muncul, langsung bawa si kecil ke tenaga medis.
Tips Mudah Menekan Risiko DBD pada Anak
Di samping memahami gejala, orang tua juga perlu memberikan perhatian pada perlindungan. Selalu rawat lingkungan rumah higienis. Cegah wadah berair yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Gunakan kelambu untuk anak. Berikan makanan sehat agar daya tahan tubuh buah hati optimal.
Ringkasan
Pengenalan cepat infeksi dengue pada si kecil amat penting untuk memelihara kesehatan mereka. Melalui memahami ciri dini, keluarga dapat lebih cepat menjalankan langkah tepat. Hindari mengabaikan hingga keadaan semakin parah. Yuk bersama perhatikan kesehatan si kecil dari bahaya DBD.





